Pekanbarupark

50 Persen Konsumen Beli Kondotel Pekanbaru Park Secara Tunai

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kendati perekonomian sepanjang tahun lalu berjalan lambat dan berdampak signifikan terhadap pergerakan sektor properti yang juga melemah, namun terdapat fenomena menarik yang terjadi di Pekanbaru. Menurut Deputy Marketing Director PT Pekanbaru Permai Propertindo, Farchan Salman, fenomena tersebut adalah catatan penjualan kondotel Pekanbaru Park. "Ada saja transaksi yang terjadi. Meski sempat merosot tajam dan vakum selama masa kabut asap, namun penjualan mengalami kurva meningkat hingga akhir Januari lalu," tutur Frachan kepada Kompas.com, Selasa (23/2/2016). Dari transaksi 92 unit atau sekitar 60 persen dari total 153 unit Tower A, separuh di antaranya dibeli konsumen dengan cara tunai keras. Sebagian lagi tunai bertahap dan sisanya melalui fasilitas kredit pemilikan apartemen (KPA). Mereka yang membeli dengan cara tunai keras, kata Farchan, adalah para senior citizen atau warga Pekanbaru yang sudah mapan secara finansial. "Mereka pensiunan Chevron, dan beberapa perusahaan multinasional lainnya. Motivasi mereka adalah investasi, karena sebelumnya telah memiliki rumah pertama. Mereka tertarik dengan tawaran rental guarantee 8 persen dalam dua tahun pertama operasi," ungkap Farchan. Padahal, harga per unit kondotel yang berlokasi di Jl Sudirman, ini tak bisa dibilang murah. Harga perdana terendah saja dipatok sebesar Rp 648 juta untuk ukuran terkecil 28 meter persegi (semi gross). Sementara harga aktual sudah mencapai Rp 900 jutaan atau Rp 32,1 juta per meter persegi, di luar PPN. Untuk Tower B sebanyak 140 unit, mereka akan mematok harga awal sekitar Rp 1 miliar per unit. Pekanbaru Park seluas 6,4 hektar, merupakan hasil kolaborasi strategis antara Mitra Group yang berbasis bisnis pertambangan dengan PT PP Properti Tbk. Keduanya berbagi kepemilikan dengan komposisi 60 persen dan 40 persen. Selain dua menara kondotel, proyek multifungsi yang menempati area seluas 6,4 hektar ini mencakup lifestyle center seluas 4.000 meter persegi, small office home office (SOHO) sebanyak 38 unit, dan residensial. Jika seluruh kompleks pengembangan Pekanbaru Park ini terbangun, nilai propertinya mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Berita Lainnya :