Pekanbarupark

Pekanbaru Park Siap Beroperasi Oktober 2016

PEKANBARU, KOMPAS.com - Di tengah tantangan pasar Pekanbaru yang unik dan masih maraknya aksi tunda investasi (wait and see), pembangunan Pekanbaru Park tetap berjalan sesuai jadwal. Saat ini, tahap pertama proyek multifungsi (mixed use development) yang berlokasi di Jl Sudirman, Pekanbaru, Riau, tersebut sudah mencapai progres 70 persen. Tahap pertama terdiri atas dua menara kondominium hotel (kondotel) yang mencakup 153 unit Tower A dan 140 unit Tower B. Padahal, catatan penjualan Pekanbaru Park baru mencapai 60 persen untuk Tower A, sementara Tower B akan dilansir bulan Maret. "Kendati demikian, kami tetap memegang komitmen dan kepercayaan konsumen. Kami targetkan Oktober tahun 2016 ini siap dibuka untuk publik," ujar Deputy Marketing Director PT Pekanbaru Permai Propertindo, Farchan Salman kepada Kompas.com, Selasa (23/2/2016). Farchan menuturkan, kepercayaan konsumen sangat penting mengingat pasar Pekanbaru sempat mengalami trauma ketika beberapa proyek pengembangan sejenis mangkrak di tengah jalan. Selain itu, bulan Oktober hingga awal 2017 merupakan masa-masa puncak (peak seasons) saat bisnis perhotelan mengalami lonjakan kebutuhan. Kebutuhan berasal dari meeting, incentives, convention and exhibition (MICE) baik dari kegiatan pemerintahan (government spending), maupun hiburan dan bisnis. Disusul kemudian permintaan wisatawan. Karena itu, kondotel yang kelak dikelola Golden Tulip ini, dilengkapi dengan sembilan ruang pertemuan seluas masing-masing 350 meter persegi dan ball room seluas 521 meter persegi berkapasitas 700 orang (standing event). "Tingkat okupansi perhotelan Pekanbaru yang mencapai angka rerata di atas 70 persen juga memotivasi kami untuk segera mewujudkan target tersebut," imbuh Farchan. Seiring kemajuan pembangunan fisik, unit-unit Pekanbaru Park menunjukkan peningkatan harga. Sejak dipasarkan pada akhir 2014 dengan harga perdana Rp 684 juta untuk unit terkecil seluas 28 meter persegi (semi gross), saat ini sudah berada pada level Rp 900 juta. "Untuk Tower B, kami akan mematok harga awal sekitar Rp 1 miliar per unit," tandas Farchan. Pekanbaru Park merupakan hasil kolaborasi strategis antara Mitra Group yang berbasis bisnis pertambangan dengan PT PP Properti Tbk. Keduanya berbagi kepemilikan dengan komposisi 60 persen dan 40 persen. Selain dua menara kondotel, proyek multifungsi yang menempati area seluas 6,4 hektar ini mencakup lifestyle center seluas 4.000 meter persegi, small office home office (SOHO) sebanyak 38 unit, dan residensial. Jika seluruh kompleks pengembangan Pekanbaru Park ini terbangun, nilai propertinya mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Berita Lainnya :